Kasus Pasien Diabetes Melitus Terkena Cacar Air yang Menyerupai Cacar Monyet, Ini Penjelasan dari Pakar Unair


ilustrasi virus monkeypox/cacar monyet-qimono-pixabay.com

JURNALIS INDONESIA – Wabah Cacar Monyet atau Monkeypox masih menyebar di berbagai negara. Kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan penyakit Cacar Monyet sebagai keadaan darurat kesehatan global.

Cacar monyet atau monkepox memiliki gejala yang hampir mirip dengan Cacar Air. Ditemukan kasus seorang pasien dengan kecurigaan cacar monyet. 

Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan itu bukanlah dari Virus monkeypox (cacar monyet) melainkan Virus penyebab cacar air.

Pasien tersebut didiagnosis mengalami penyakit penyerta Gagal Ginjal Akut dan Diabetes melitus.

(BACA JUGA:Ketahui Gejala dan Pengertian Monkeypox yang Berpotensi Menjadi Epidemi, Simak Penjelasannya di Sini)

Pada penjelasan ini terdapat gambaran khusus dan diskusi mengenai pasien cacar air dengan penyakit penyerta diabetes serta gagal ginjal akut yang mengakibatkan gejalanya mirip dengan virus monkeypox

Cacar air atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi primer dari virus varicella-zoster. Gejala dan tanda dari penyakit ini biasanya diawali dengan bercak merah yang disertai rasa gatal, yang berkembang menjadi bintil lalu plentingan dan diakhiri borok. Dapat juga timbul keluhan demam dan nyeri badan.

Cacar air umumnya adalah penyakit yang tidak berbahaya, namun beberapa kondisi dapat membuat cacar air menjadi lebih berat, seperti pada usia dewasa dan adanya diabetes melitus sebagai penyakit penyerta. Gambaran cacar air yang lebih berat, dapat menyerupai penyakit lain, seperti cacar yang disebabkan virus variola, yang sudah tereradikasi dan cacar monyet.

(BACA JUGA:Dianggap Mirip dengan Penyakit Menular Seksual, Ini 3 Ciri Baru Cacar Monyet atau Monkeypox)

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox dan merupakan penyakit zoonosis yang patut diwaspadai. Penyakit ini ditularkan ketika seseorang mengalami kontak dengan virus dari hewan, manusia, atau material yang terkontaminasi.

Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang tidak utuh (walaupun tidak nampak), saluran pernapasan, atau membran mukosa (mata, hidung, atau mulut). Penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, konsumsi daging, kontak langsung dengan cairan tubuh atau kontak tidak langsung dengan bahan yang terkontaminasi.

Pada 2019, Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan satu pasien cacar monyet yang terkonfirmasi secara laboratoris. Mengingat lokasi Singapura yang berdekatan dengan Indonesia dan mobilitas pelancong yang tinggi, kewaspadaan tentang kejadian luar biasa di Indonesia perlu ditingkatkan.

(BACA JUGA:Menjelang Malam Satu Suro, Ini 4 Mitos Bagi Masyarakat Jawa No 4 Mengerikan)

Oleh karena itu, diperlukan pendekatan diagnosis yang teliti untuk membedakan cacar air dari cacar monyet, dan sebaliknya.

`
Kategori : Kesehatan