Diawali Hilangnya Kesadaran, Ini Aktivitas Otak Manusia Menjelang Kematian Menurut PAkar Unair di Bidang Saraf


Ilustrasi Otak Sehat-geralt-pixabay.com

JURNALIS INDONESIAOtak menjadi salah satu organ paling vital dan penting bagi manusia untuk tetap hidup dan beraktivitas secara normal.

Alasannya tentu saja karena pada otak terdapat berbagai macam sel saraf yang menjadikannya sebagai pusat penggerak seluruh sistem kerja baik otot dan saraf manusia.

Karena fungsinya yang sangat penting, maka secara anatomi Otak Manusia dilindungi oleh tulang tengkorak kepala agar tetap terlindungi dan terhindar dari gangguan-gangguan tertentu.

(BACA JUGA:Banyak yang Belum Sadar! Ternyata Bahan Dapur Ini Bisa Digunakan untuk Obat Sakit Gigi yang Ampuh)

Jika otak pada manusia dengan kondisi kesehatan yang normal akan bekerja secara baik dan optimal, maka pertanyaan yang muncul ialah bagaimana sistem kerja otak pada seseorang menjelang kematian.

Sebuah penelitian dari University of Tartu Estonia oleh Dr Raul Vicente dan tim merekam aktivitas Otak Manusia Sesaat Menjelang Kematian untuk pertama kalinya. Ia menggunakan alat continuous electroencephalography (EEG) pada pasien berusia 87 tahun yang menderita epilepsi. 

Menanggapi penemuan tersebut, Dr Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K) yang merupakan spesialis neurologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) menjelaskan, menjelang kematian seseorang akan melewati step-step penurunan kesadaran, sehingga saat sudah tidak sadar, pasien tidak akan bisa mengingat memori selama hidupnya yang baik atau buruk.

(BACA JUGA:10 Ide Sarapan Sehat untuk Diabetes yang Punya Nilai Gizi Lengkap, Bisa Jadi Referensi Saat di Rumah)

Menurutnya, penemuan tersebut dilakukan pada seorang pasien yang mati mendadak, dimana kesadarannya menurun secara drastis. 

"Saat direkam menggunakan EEG, pasien yang menderita epilepsi terkena serangan jantung dan  tidak ada darah yang mengalir ke otak. Sehingga tidak ada step-step jelang kematiannya," lanjutnya.

EEG adalah alat pendeteksi aktivitas gelombang listrik pada otak melalui graph atau gambar. "Jadi dengan EEG kita bisa melihat fungsi otak yang ditinjau dari kelistrikannya, terdapat pola gelombang listrik normal. Jadi jika ada penyimpangan gelombang, tandanya ada gangguan pada fungsi otak," tutur Dr Kurnia. 

(BACA JUGA:Meresahkan di Kalangan Masyarakat! Ini 4 Gejala Penyakit Ringworm pada Manusia dan Hewan)

Jelang kematian, sambungnya, gelombang frekuensi listrik pada otak akan melambat. Normalnya, gelombang otak sebanyak 9-10 gelombang per detik, sedangkan pada orang yang kesadarannya menurun menjelang kematian hanya 2-3 gelombang dalam 1 detik. 

Aktivitas listrik pada otak normal diukur dalam satuan microvolt, yaitu 70-100 microvolt. Namun jelang kematian amplitudo otak semakin rendah yaitu kurang dari 2 microvolt

"Hasil pengamatan EEG otak manusia yang normal dengan yang terkena penyakit epilepsi menunjukkan pola gelombang yang sama, yaitu lebih dari 2 microvolt dan kurang dari 10 microvolt. Namun terlihat perbedaan pola gelombang pada 1-2 jam menjelang kematian," jelas Dr Kurnia. 

(BACA JUGA:Telah Ada Sejak 1970! Ini Ternyata Awal Mula Munculnya Virus Cacar Monyet)

Hal tersebut dapat dilihat dari gambaran gelombang yang lambat, amplitudo yang terus menerus rendah, dan aktivitas ritmis yang berulang-ulang dalam periode waktu yang sama pada pengidap epilepsi, sedangkan pada otak orang sehat akan meninggal dengan tidak adanya aktivitas ritmis, dan amplitudonya yang berangsur angsur rendah.

Selain menggunakan alat EEG, aktivitas otak manusia menjelang kematian juga dapat diketahui melalui pola napas dan ukuran pupil mata.

"Pola napas dikendalikan oleh otak, pola tersebut dapat diketahui jelang kematian jika terjadi apnea, yaitu napas yang berhenti," jelas Dr Kurnia. 

(BACA JUGA:Minyak Cengkeh Bisa Jadi Obat Sakit Gigi? Ini Penjelasan dan Cara Penggunaannya)

Pola pupil mata dalam keadaan normal akan membesar saat diberi sinar, kemudian mengecil. Apabila pupil tidak mengecil artinya fungsi saraf otaknya sudah terganggu.

Artikel ini pertama kali terbit di Unair News pada tanggal 31 Maret 2022 dengan judul "Pakar Spesialis Saraf UNAIR Jelaskan Aktifitas Otak Jelang Kematian" dan ditulis oleh Thara Bening.

Sumber:Unair News

(BACA JUGA:Manfaat Madu yang Jarang Diketahui, Bisa Turunkan Radikal Bebas dan Kematian Sel Testis Akibat MSG)

JI

`
Kategori : Kesehatan
Sumber : unair news