Prestasi! Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Ring Jantung Bioreseorbable Raih Pendanaan Ditjen Dikti


Mahasiswa Unair raih pendanaan Ditjen Dikti--unair.ac.id

JURNALIS INDONESIA – Penyakit Jantung merupakan salah satu penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan di Indonesia. 

Salah satu permasalahan pada Jantung, Atherosclerosis atau aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah. 

Kondisi ini merupakan penyebab umum penyakit Jantung Koroner yang perlu perhatian khusus. 

(BACA JUGA:Periksa 5 Hal Ini Secara Rutin untuk Ketahui Tanda Diabetes Tipe 2 dan Penyakit Jantung, Jangan Sepelekan!)

Karena Aterosklerosis bisa berubah menjadi masalah serius ketika jantung melemah akibat kekurangan oksigen hingga dapat memicu serangan jantung dan stroke. Begitu juga ketika tumpukan kolesterol menyumbat dinding pembuluh yang mengganggu aliran darah dalam tubuh..

Umumnya, jika gejala aterosklerosis muncul bisa diobati dengan pemberian obat. Namun, jika sudah parah harus ada prosedur untuk menanganinya, salah satunya dengan pemasangan ring jantung (stent).

Empat mahasiswa Teknik Biomedis Universitas Airlangga (Unair) membuat inovasi berupa stent yang bersifat Bioreseorbable (mudah terserap) dari Polylactic Acid/Polycaprolactone (PLA/PLC). Cakra Abdillah selaku ketua tim menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari ia yang mendapati salah satu keluarganya yang menjalani operasi pemasangan stent.

(BACA JUGA:Inovasi Deodorant dari Ekstrak Bintang Laut, 'Patric Spray' ala Mahasiswa Unair)

“Dari sana saya mulai tertarik untuk mendalami stent karena kebetulan saya juga dari Teknik Biomedik yang juga pernah mempelajari itu,” ungkapnya.

Cakra mengungkapkan, dengan penggunaan bahan berupa PLA/PLC memungkinkan stent yang terpasang ini nantinya bisa secara otomatis terdegradasi dalam tubuh. “Sehingga ketika pembuluh darah sudah normal, stent tidak mengganggu aliran darah,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, stent ciptaan mereka juga dilapisi Kitosan Sulfat yang berfungsi sebagai anti trombus sehingga meminimalisir adanya pembekuan darah. “Jadi stent kami ini terdiri dari dua lapisan yakni PLA dan PLC yang kemudian dilapisi oleh Kitosan Sulfat yang semuanya dicetak menggunakan 3D Printing,” tandasnya.

`
Kategori : Kesehatan