Usai Bacaan Dakwaan, Bharada E: Saya Tak Bisa Menolak Perintah Jenderal


Persidangan Bharada E (Richard Eliezer)[email protected]_eliezer9

JURNALIS INDONESIA - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Brigjen Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dikenal sebagai Komandan Brigadir J.

Usai mendengar dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (18/10), Jaksa Penuntut Umum membacakan dan memberikan keterangan.

"Saya berdoa semoga Tuhan Yesus Kristus menerima almarhum Bang Yos. Saya mohon maaf kepada keluarga mendiang Bapak/Ibu, Reza, dan seluruh keluarga besar Bang Yos," ujar Richard.

(BACA JUGA:Presiden Jokowi Temui Presiden FIFA Gianni Infantino Siang Ini, Bahas Penataan Sepak Bola Indonesia)

Minggu lalu (16/10) permintaan maaf disampaikan dalam surat yang ditulis di Rutan Bareskrim.

Selain itu, ia menyatakan sangat menyesali perbuatannya mengikuti instruksi Ferdy Sambo.

Bharada E menambahkan, "Saya sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan, tetapi saya ingin mengatakan bahwa saya hanya seorang anggota yang tidak memiliki kemampuan untuk melanggar perintah jenderal."

(BACA JUGA:BNPB Catat 76 Bencana Banjir hingga Tewaskan 13 Orang dalam Sepekan, Himbau Daerah Siaga 1 )

Menurut surat dakwaan yang dibacakan jaksa, Richard adalah Brigadir Jenderal J. Richard yang diperintahkan Sambo langsung mengarahkan pistol Glock-17 MPY851 ke arah Joshua dan menembakkan tiga hingga empat kali.

`
Kategori : Nasional