Buat Kamu Penderita Asma, Hindari Faktor Penyebabnya Berikut Ini! Lingkungan Kerja Termasuk!


Buat Kamu Penderita Asma, Hindari Faktor Penyebabnya Berikut Ini! Lingkungan Kerja Termasuk!--pexels

JURNALIS INDONESIA - Asma merupakan salah satu penyakit yang dapat menyerang segala usia, mulai dari bayi, anak anak, orang dewasa hingga lanjut usia, pria maupun wanita dan di semua etnik bangsa.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Asosiasi Ginjal Amerika pada tahun 2010, menemukan fakta bahwa risiko kematian akibat asma jarang terjadi, tetapi risiko kematian meningkat seiring dengan peningkatan usia, terutama pada pasien lanjut usia dengan 4,4  kematian per 100.000 pasien.

Sedangkan menurut hasil Riset Penelitian Kesehatan Dasar tahun 2013, di Indonesia pasien asma mencapai 4,5 persen per mil dengan angka kejadian terbesar pada pasien dengan usia 15-44 tahun (Depkes, 2013).

Penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat memicu kambuhnya penyakit asma, dengan menghindari faktor-faktor pencetus serangan asma, maka serangan asma dapat dicegah.

Berikut adalah Faktor Penyebab kambuhnya asma menurut Yoppi Iskandar, S.Si., M.Si., Apt. dalam karya tulisnya tahun 2006

(BACA JUGA:Mengenal Osteoarthritis, Penyakit Yang Diderita hingga Merenggut Nyawa Pemeran Hagrid dalam Film Harry Potter)

1. Alergen

Alergen adalah bahan yang ada dalam lingkungan sehari-hari yang dapat menimbulkan alergi. Contohnya adalah :

- Hewan peliharaan

Bulu dari hewan peliharaan dapat menimbulkan alergi seperti pada asma.

- Jamur

Bagian jamur yang dapat menyebabkan alergi adalah sporanya, yang bila terhirup dapat menimbulkan alergi.

(BACA JUGA:Kondisi Tukul Arwana Membaik di Hari Ulang Tahunnya, Simak Penyebab Pendarahan Otak yang Sempat Dideritanya!)

- Tepung sari

Tepung sari yang dihasilkan oleh tanaman seperti rumput, padi dan jagung dapat menimbulkan alergi mata, hidung dan asma pada penderita yang sensitive

- Tungau debu rumah.

Tungau ini terdapat dalam debu rumah, terutama di daerah yang lembab. Berkembang biak dengan cepat terutama di kamar tidur. Makanannya adalah serpihan kulit manusia yang terlepas sewaktu tidur.

2. Polusi udara

Asap yang berasal dari dapur, pembakaran sampah/kayu bakar, polusi jalanan (asap kendaraan bermotor) dapat merangsang dan menyempitkan saluran napas yang hipersensitif. 

(BACA JUGA:Ranitidine Obat Maag yang Bisa Memicu Penyakit Kanker, Ini Aturan Konsumsi yang Aman)

`
Kategori : Kesehatan
Sumber : berbagai sumber