Kasus Gangguan Ginjal Akut Meningkat, Ini Beberapa Himbauan dari Kemenkes


Ginjal-istockphoto-1282360256-170667a pixabay-Pixabay

JURNALIS INDONESIA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai mengambil tindakan antisipatif untuk mencegah Ginjal" >Gangguan Ginjal Akut Progresif Aptipikal yang menyerang anak-anak.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan terkait adanya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Aptipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang menyerang anak-anak.

Para penderita Penyakit Ginjal Akut Progresif Aptipikal ini terus meningkat hingga pada Selasa (18/10) kemarin terdapat 206 kasus dari 20 provinsi.

(BACA JUGA:Baca Sebelum Bersuci! Ini Doa Sebelum Wudhu, Lengkap dengan Tata Caranya)

Hal ini ditambah dengan angka kematian mencapai 99 anak atau sebesar 65 persen pasien yang dirawat di RSCM.

Jubir Kemenkes, dr. Syahril juga mengungkapkan bahwa penyakit Ginjal Akut Progresif Aptipikal tidak berkaitan dengan Vaksin Covid-19 karena program vaksinasi belum menargetkan untuk anak usia 1-5 tahun.

''Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian AKI dengan Vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19. Karena gangguan AKI pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun, sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun,'' ungkap dr. Syahril.

(BACA JUGA:Cara Cek BI Checking Online via SLIK OJK, Bisa Cari Tahu Riwayat Peminjaman Kredit)

Hingga saat ini, pihak Kemenkes bersama dengan BPOM, Ahli Epidemologi, IDAI, Farmakolog dan Puslabfor Polri tengah melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab dan resiko penyakit ginjal akut ini.

Pemerintah...

`
Kategori : Kesehatan