Salah Konsumsi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Ini Risiko Penggunaan Ibuprofen Di luar Anjuran Tenaga Medis


ilustrasi obat ibuprofen-jeshoots.com/pexels.com-jeshoots.com/pexels.com

JURNALIS INDONESIA - Masyarakat pada umumnya menganggap Obat yang dijual bebas (OTC) di luar tanpa Resep Dokter  aman untuk dikonsumsi dan memiliki efek saping yang rendah.

Faktanya, tidak ada obat yang benar-benar bebas risiko. Semua obat, termasuk produk OTC, memiliki efek samping yang harus diwaspadai.

Dilansir dari goodrox.com, salah satu pereda nyeri OTC yang terkenal adalah Ibuprofen (Advil, Motrin). Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) ini adalah pilihan umum untuk mengatasi demam dan sakit ringan atau nyeri.

Tapi berapa banyak yang boleh diambil? Dan apakah ibuprofen buruk untuk hati atau ginjal Anda?

Ibuprofen dan NSAID lainnya sebenarnya memblokir segala proses dalam tubuh yang disebut jalur siklooksigenase (COX). Jalur COX sendiri terlibat dalam menciptakan rasa sakit dan pembengkakan.

(BACA JUGA:Kasus Gangguan Ginjal Akut Meningkat, Ini Beberapa Himbauan dari Kemenkes)

Namun, juga terlibat dalam membantu darah mengalir ke ginjal.

Memblokir jalur COX secara tak langsung juga mempersempit pembuluh darah yang menuju ke ginjal. Jika ini terjadi, maka lebih sedikit oksigen yang mencapai ginjal dan itu bisa menyebabkan cedera ginjal akut (mendadak).

Cedera ginjal akut dapat terjadi dengan NSAID apa pun, termasuk ibuprofen. Risiko Kerusakan Ginjal akut lebih tinggi untuk orang dewasa di atas 60 tahun dan orang yang memiliki penyakit ginjal Gagal Ginjal Akut. Efek samping yang serius ini terlihat paling sering dalam bulan pertama.

(BACA JUGA:Breaking News! Kubah Masjid Jakarta Islamic Center Kebakaran, 6 Unit Damkar Diterjunkan)

`
Kategori : Kesehatan
Sumber : goodrx.com