Popularitas Jamu di Budaya Suriname, Eksis Sejak Masa Kolonial Belanda


Ilustrasi Jamu-Pixabay-https://pixabay.com/

JURNALIS INDONESIA - Pengobatan Tradisional Jawa berkontribusi dalam farmakognosi Suriname. Jamu yang merupakan warisan Kerajaan Mataram Kuno banyak digunakan sebagai Pengobatan Tradisional di Suriname.

Hingga saat ini, populasi orang Jawa yang bermukim di Suriname sebesar 80 ribu jiwa keturunan Jawa yang masih bermukim di negara bagian dari Amerika Selatan tersebut dari total 600 ribu penduduk.

Awal mulanya banyaknya penduduk Jawa yang tinggal di Suriname ini dimulai sekitar tahun 1890 dan 1939 saat orang-orang Indonesia dipekerjakan sebagai buruh kontrak di perkebunan tebu milik Belanda. 


Kedatangan buruh kontrak dari Jawa di pelabuhan Suriname pada 1926--KITLV

(BACA JUGA:RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Tampung 49 Pasien Gagal Ginjal Akut, 31 Anak Meninggal Dunia)

Setelah melakukan kontrak selama 5 tahun, orang Indonesia ini beberapa diantaranya memilih menetap di Suriname atau bermigrasi ke Belanda.

Dampak pekerja kontrak tersebut, masuknya budaya Indonesia khususnya Jawa yang terserap dalam kehidupan sehari-hari di Suriname, termasuk bahasa, agama hingga pengobatan tradisional. 

Salah satunya eksistensi jamu sebagai praktik pengobatan tradisional yang sudah ada sejak zaman Mataram Kuno, sekitar tahun 1300. 

(BACA JUGA:Daftar 5 Merek Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol dan Dietilen Glikol dimusnahkan BPOM )

Praktik pengobatan tradisional menggunakan jamu ini masih diterapkan di Indonesia maupun di Suriname yang dibawa oleh para Dukun (istilah ini dulunya dipakai kepada orang yang ahli meracik jamu).

Dukun menjadi sosok yang dipercaya memilah jenis-jenis tanaman yang digunakan dalam pembuatan jamu. Salah satu jamu yang populer adalah jenis jamu galian, yang terbuat dari 8 jenis tumbuhan yang digunakan di Suriname sebagai minuman kesehatan. 

Sama seperti dukun di Indonesia, dukun di Suriname juga mempraktikkan nyuwuk atau merapalkan mantra dan doa saat sebelum meminum jamu atau ramuan yang dibuat oleh dukun. 

(BACA JUGA:Salah Konsumsi Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Akut, Ini Risiko Penggunaan Ibuprofen Di luar Anjuran Tenaga Medis)

Dilansir dari sebuah jurnal penelitian yang dibuat oleh Dennis R.A. Mans dkk, dari Anton de Kom University, menemukan fakta bahwa jamu telah mempengaruhi sedikit banyak pengobatan tradisional di seluruh Karibia dan Amerika Latin. 

Praktik pengobatan tradisional dari Amerika, Afrika, Cina, India, dan berbagai negara di Eropa merupakan dasar dari pengobatan tradisional yang ada di Suriname. 

Namun, jamu telah mempengaruhi kombinasi pengobatan tradisional tersebut. Salah satunya yakni penggunaan kumis kucing sebagai pengobatan batu ginjal, yang kini mulai digunakan pengobatan tradisional di berbagai negara.

JI

`
Kategori : Kesehatan