Penelitian Terbaru Ungkap Temuan Kandungan Mikroplastik dalam ASI


Sampah plastik dan hewan kelomang-Giogio55-Pixabay.com

JURNALIS INDONESIA - Air Susu Ibu (Asi) yang menjadi makanan terbaik bagi Bayi, kini menjadi perhatian para peneliti karena temuan belakangan ini mengandung Mikroplastik.

Mikroplastik merupakan Sampah Lingkungan yang berukuran mikroskopis, sehingga sulit diamati oleh mata.

Mikroplastik memiliki kisaran ukuran <5 milimeter - 10 nanometer. Mikroplastik seringkali ditemukan di perairan laut, alat rumah tangga, maupun produk perawatan kulit (Skincare).

Mikroplastik merupakan hasil penguraian limbah plastik oleh aktivitas mikroba pengurai, radiasi UV, gelombang, maupun proses abrasi yang terjadi di lingkungan.

(BACA JUGA:PT KAI Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMA dan D3 hingga 24 Oktober, Ini Persyaratan dan Kriterianya )

Penelitian yang dilakukan oleh Ragus, dkk (2022) yang dipublikasikan oleh Jurnal Polymers mengungkap adanya kandungan mikroplastik dalam ASI (Air Susu Ibu).

Mereka mengambil sampel ASI dari ibu menyusui pada berbagai kelompok umur, mulai dari 35 tahun, 36-40 tahun, dan 41 tahun.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan berbagai jenis mikroplastik dalam ASI seperti polyethylene (PE), polyvinyl chloride (PVC), polypropylene (PP), polyvinyl alcohol (PVOH), 

polyethylene-co-vinyl acetate (PEVA), polyethyl methacrylate (PEMA), polyester (PES), dan polycarbonate (PC).

(BACA JUGA:22 Oktober Diperingati Hari Santri 2022 Usung Tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan, Ini Sejarahnya)

Awalnya, Kontaminan berupa mikroplastik tersebut diduga berasal dari makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi, serta produk perawatan yang dipakai oleh ibu menyusui.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu menyusui itu diduga dapat berupa  ikan dan kerang, minuman dalam botol plastik, makanan dalam kemasan plastik, termasuk skincare yang dipakai.

`
Kategori : Nasional
Sumber : jurnal polymers