Kementerian Kesehatan Umumkan Gagal Ginjal Akut pada Anak Tidak Dipengaruhi Vaksin dan Infeksi COVID 19


Ilustrasi Vaksin Covid-19-spencerbdavis1-Pixabay

JURNALIS INDONESIA- Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan bahwa laporan kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak-Anak terus melonjak sejak akhir Agustus 2022.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Dr. Mohammad Syahril menjelaskan bahwa  gagal ginjal akut sebenarnya sudah lama ada pada beberapa waktu lalu, tetapi jumlah kasus yang ditemukan tidak sebanyak pada akhir Agustus 2022. 

Dr. Mohammad Syahril mengatakan bahwa sampai saat ini telah ditemukan sebanyak 206 kasus yang telah dilaporkan dari 20 provinsi di Indonesia.

Secara keseluruhan tingkat kematian akibat gagal ginjal akut saat ini ditemukan sebanyak 48%, sedangkan data kematian pada Pasien RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sebanyak 65%.

(BACA JUGA:PT KAI Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMA dan D3 hingga 24 Oktober, Ini Persyaratan dan Kriterianya )

''Hingga saat ini jumlah kasus yang dilaporkan hingga 18 Oktober 2022, sebanyak 206 kasus dari 20 provinsi yang melaporkan dengan tingkat kematian 99 kasus atau 48% dimana angka kematian pasien yang dirawat khususnya di RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional ginjal mencapai 65%,''ujarnya padakonferensi pers Rabu (19/10).

Hingga kini, tim khusus yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) masih menelusuri penyebab merebaknya kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak di bawah 5 tahun.

Dr. Mohammad Syahril juga menyampaikan klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat terkait gagal ginjal akut yang disebabkan oleh Vaksin maupun Infeksi COVID-19. 

(BACA JUGA:22 Oktober Diperingati Hari Santri 2022 Usung Tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan, Ini Sejarahnya)

''Dari hasil pemeriksaan, tidak ada bukti hubungan kejadian gangguan ginjal akut ini dengan vaksin COVID maupun infeksi COVID-19,'' terangnya.

''Karena gangguan gagal ginjal akut ini pada umumnya menyerang anak usia kurang dari 6 tahun atau bahkan 5 tahun. Sementara, program vaksinasi COVID itu belum mendasar pada anak 1-5 tahun,'' tambahnya.

Kementerian Kesehatan bersama dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Ahli Epidemiologi, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Ahli Farmakologi, Pusat Laboratorium Forensik melakukan pemeriksaan laboratorium sebagai upaya untuk memastikan penyebab pasti dari gangguan ginjal akut ini.

`
Kategori : Nasional