Napak Tilas Kontribusi Santri dan Pesantren Jadi Pilar Pendidikan dan Budaya di Indonesia


Potret Santri--flickr/AHMAD RHOMA AKBAR

JURNALIS INDONESIA - Sabtu, 22 Oktober 2022 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Tak sedikit orang-orang hebat lahir dari sebuah institusi penghasil santri, yang tak lain adalah pesantren. 

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tradisional, yang sudah berperan sejak zaman dahulu. Peristiwa-peristiwa penting, bahkan sebelum kemerdekaan Indonesia santri turut andil di dalamnya. 

Tak diragukan lagi, bahwa santri memiliki karakter militan, religius, serta memiliki tanggung jawab terhadap kewajibannya. 

(BACA JUGA:PT KAI Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan SMA dan D3 hingga 24 Oktober, Ini Persyaratan dan Kriterianya )

Dalam tradisi pesantren, yang biasanya mengaji dan mengkaji ilmu agama, santri juga diajarkan mengamalkan serta bertanggung jawab atas apa yang dipelajari. 

Pesantren juga mengajarkan nilai kesederhanaan, kemandirian, kerja sama, solidaritas dan keikhlasan. 

Pondok pesantren muncul pertama kali di Indonesia pada abad ke-16 M, di Ampel Denta di bawah naungan Sunan Ampel. Saat itu, Sunan Ampel mengkader para santrinya untuk menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru negeri. Tak hanya syiar di negeri sendiri, santri Sunan Ampel juga syiar hingga ke negara-negara tetangga. 

(BACA JUGA:22 Oktober Diperingati Hari Santri 2022 Usung Tema Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan, Ini Sejarahnya)

Hal tersebut membuat pesantren di Indonesia jadi makin berkembang di Indonesia. 

`
Kategori : Nasional