Kondisi Mengerikan yang Dialami Manusia Tenggelam di Laut Lebih dari 800 Meter, Pembuluh Darah Sampai Pecah


kapal selam KRI Nanggala 402--PMJ News

JURNALIS INDONESIA- Masih ingatkah kejadian tenggelamnya Kapal Selam Kri Nanggala 402 silam yang menenggelamkan 53 awak kapal?

Kapal selam KRI Nanggala 402 beberapa waktu lalu Tenggelam di kedalaman sekitar 838 meter pada zona oseanik Laut Utara Bali.

Zona oseanik merupakan daerah laut lepas yang seluruh wilayahnya sedikit terkena cahaya matahari atau bahkan tidak ada cahaya sama sekali. 

(BACA JUGA:Pre Order iPhone 14 Series Dibuka Minggu Ini, Simak Spesifikasi dan Harganya)

Pada daerah paling gelap wilayah oseanik tepatnya di laut dalam, memiliki karakteristik seperti adanya tekanan atmosfer yang tinggi, suhu yang dingin, dasar laut yang berlumpur, serta kedalamannya bisa mencapai 10.000 meter.

Semakin dalam manusia menyelam atau bahkan jatuh tenggelam ke laut dalam, maka tekanan air yang diterima oleh korban kapal selam tersebut juga semakin besar pula.

Menurut penelitian Kasli dkk (2016), air laut pada umumnya memiliki massa jenis 1030 kg/m3 dan gravitasi bumi sebesar 9,8 m/s2.

(BACA JUGA:5 Bahan Alami Mudah dan Murah, Mampu Cegah Risiko Terkena Gagal Ginjal Akut)

Apabila sudah diketahui nilai gaya gravitasi bumi adalah sekitar 9,8 m/s2, massa jenis air laut sekitar 1030 kg/m3,  dan kedalaman kapal tenggelam adalah sebesar 838 meter, maka tekanan air (tekanan Hidrostatis) yang diterima oleh para korban pada saat tenggelam dapat diketahui dengan menggunakan rumus tekanan Hidrostatis pada zat Cair.

`
Kategori : Nasional