Menuju Transformasi Electricity, Siapkah Indonesia?


Ilustrasi Revolusi Industri Menuju Electricity 4.0--Pixabay

JURNALIS INDONESIA - Tanpa disadari, perkembangan teknologi yang pesat mengubah sebagian besar kehidupan manusia. Tak bisa dipungkiri, kita akan memasuki era industri 4.0 yang notabene akan berpusat pada Transformasi Electricity

Revolusi industri ke-empat (Industry 4.0) telah banyak berdampak pada proses dan aktivitas yang selama ini dilakukan.

Hal ini menyebabkan timbulnya konektivitas dan interaksi tanpa batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya untuk menciptakan efisiensi dan optimalisasi secara maksimal.

Hal ini juga mempengaruhi sektor industri Ketenagalistrikan yang juga mengalami transformasi menuju Electricity 4.0.

(BACA JUGA:Kebaya dari Masa ke Masa, Mulai Perlawanan terhadap Kolonial hingga Apresiasi Warisan Budaya Unesco)

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Andy N. Sommeng menjelaskan berkaitan dengan perkembangan teknologi IoT yang sangat cepat, Revolusi Industri 4.0 mendorong terjadinya 3 (tiga) trend utama yang akan bertemu menjadi satu dan mengubah sistem ketenagalistrikan yang kita kenal saat ini, yaitu Electrification. 

Maka dari itu  energi listrik yang cukup maka mendorong terciptanya penggunaan listrik untuk tujuan lain, seperti untuk transportasi (Electric Vehicle).

Kemudian Decentralization yang didorong oleh penurunan biaya sistem sumber energi terdistribusi (Distributed Energy Resources-DER) atau dikenal juga dengan pembangkit tersebar (Distributed Generation-DG), seperti biaya solar PV dan storage.

(BACA JUGA:Film Horor dan Citra Budaya Jawa )

`
Kategori : Nasional
Sumber : berbagai sumber