Ditahan Polisi Akibat Pencemaran Nama Baik, Nikita Mirzani: Hukum Allah yang Akan Turun Tangan


Nikita Mirzani resmi ditahan di rutan kelas 2B Serang-nikitamirzanimawardi_172-instagram

JURNALIS INDONESIA- Nikita Mirzani dikabarkan berteriak histeris saat diseret ke kantor polisi akibat Kasus Pencemaran Nama Baik yang melibatkan Dito Mahendra.

Hal tersebut bermula saat Nikita Mirzani mengupload sebuah story di Instagramnya yang berisi foto Dito Mahendra dan dibubuhi caption:

''Oh ini yang lagi viral di berita online  menganiaya sekuriti. Abang propam jangan mau percaya omongan yang  ngomong banyak juga menipu atau PHP kepada  para senior''.

(BACA JUGA:Lirik Lagu Bangun Pemuda Pemudi Karya Alfred Simanjuntak, Sebagai Peringatan Hari Sumpah Pemuda)

Dito Mahendra kemudian melaporkan Nikita Mirzani atas kasus pencemaran nama baik dan melanggar Uu Ite (Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik).

Ia pun ditahan oleh polisi di Rutan Kelas IIB Serang pada hari Selasa (28/10). Nikita Mirzani merasa seolah tidak terima, lalu berteriak histeris saat ditahan.

''Siapa Dito, siapa Dito, siapa dia? Enggak mau, enggak mau, dibayar berapa kalian? Kalian jahat,'' teriak Nikita Mirzani saat berada di Kejaksaan Negeri.

(BACA JUGA:Cara Mengatasi Lupa Password Akun Prakerja, Buruan Daftar Gelombang 47!)

Meskipun begitu, Fahmi Bachmid selaku Pengacara Nikita Mirzani mengatakan bahwa kondisi Nikita saat ini sudah lebih tenang daripada sebelumnya bahkan sudah bisa tertawa.

Menurut pernyataan dari Fahmi Bachmid, Nikita Mirzani mendoakan supaya orang yang berbuat tidak baik padanya akan mendapatkan balasan yang setara.

''Makanya Niki bilang hukum Allah yang akan turun tangan. Doa orang yang dizalimi itu dikabulkan," ucap Fahmi Bachmid.

(BACA JUGA:2023 Diprediksi Jadi Tahun yang Suram Akibat Resesi Pengangguran Jadi Kelompok Rentan Masalah Kesehatan Mental)

Nikita Mirzani dikabarkan terancam pidana di atas 5 tahun sehingga harus ditahan Kepolisian.

''Terhadap tersangka Nikita Mirzani telah dilakukan penahanan tahap dua untuk 20 hari ke depan 25 Oktober sampai dengan 13 November 2022 di Rutan Serang,"ucap Kepala Kejaksaan Negeri Serang Freddy D. Simanjuntak kepada wartawan.

JI

`
Kategori : Nasional
Sumber : berbagai sumber