Penjelasan Ilmiah Kasus Tubuh Terbakar secara Spontan setelah Lebih dari 50 Tahun Menjadi Misteri


Ilustrasi fenomena SHC--Youtube/Viz Media

JURNALIS INDONESIA - Salah satu kasus yang menggemparkan, khususnya di dunia medis kala seorang perempuan bernama Mary Reeser ditemukan tubuhnya terbakar dan menjadi abu.

Pada tahun 1951 terdapat kasus kematian misterius seorang wanita separuh baya, yang bernama Mary Reeser, yang terbakar di rumahnya di Floria Amerika Serikat.

Mary meninggal secara tragis dengan sejumlah kejanggalan, yakni kakinya utuh tak ikut terbakar meskipun tubuh lainnya hangus dilalap api hingga jadi abu. 

Peristiwa ini menjadi misteri, lantaran tak ada tanda-tanda bahwa gedung terbakar yang membuat Mary juga ikut terbakar. Selain itu, hanya tubuh Mary saja dan perbaotan yang ada di sudut tempat Mary terbakar yang turut jadi korban. 

Investigasi FBI mengatakan tidak ada temuan akselerator, dan zat berminyak lainnya yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Apartemen yang tidak rusak seluruhnya, juga membuat asumsi bahwa api yang membakar Mary tidak berkobar, melainkan membara. 

(BACA JUGA:Waspadai Toxic Relationship! Bikin Hubungan Tak Bahagia dan Merusak Kesehatan Mental)

Terdapat banyak teori konspirasi yang beredar. Dimana dikatakan Mary terkena lemparan bola api yang masuk melalui jendela rumahnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Mary meninggal karena disambar petir dan juga terdapat pihak yang mengatakan kalau tubuh Mary telah direndam oleh eter atau alkohol hingga menyebabkan terbakar. 

Namun, teori konspirasi tersebut tidak ada yang benar. FBI merilis pernyataan mengenai kematian Mary pada tahun yang sama. Sertifikat kamtian Mary dirilis dan menyatakan bahwa Mary meninggal akibat tidak sengata membakar dirinya saat merokok. 

Terbaru, ada penjelasan ilmiah mengenai kasus kematian Mary ini. Dimana fenomena tersebut dinamakan dengan Spontanous Human Combustion (SHC) atau pembakaran manusia secara spontan. 

(BACA JUGA:4 Buah Ini Ternyata Bisa Turunkan Kadar Gula Darah dalam Tubuh, Wajib Dicoba!)

Dalam sebuah penelitian oleh Virve Koljonen, MD., PhD. dalam jurnal terbitan National Library of Medicine (2012)  terdapat penjelasan ilmiah mengenai SHC. 

SHC bukanlah fenomena misterius dan tak dapat terpecahkan. SHC merupakan serangkaian tahapan bagi tubuh manusia untuk mengubahnya menjadi abu. Korban SHC akan meninggal bahkan sebelum pembakaran tubuh dari dalam tersebut dimulai. 

Lantas apa yang menjadi penyebab SHC?

Dalam penelitian yang sama, disebutkan terdapat 3 bagian tubuh yang mudah terbakar. Yakni lemak badan, kulit dan jaringan lunak lainnya. Jika bagian tersebut dehidrasi maka akan akan mudah terbakar. 

(BACA JUGA:5 Khasiat Konsumsi Daun Kumis Kucing, Atasi Masalah Ginjal hingga Menurunkan Darah Tinggi)

Selain itu, bagian lemak tulang sumsum juga disebutkan mudah terbakar dan menjadi bahan bakar yang sempurna bila terkena api.

Dibutuhkan api sebesar 3.000 derajat celcius untuk memusnahkan tubuh manusia hingga hancur menjadi abu. Bahkan proses kremasi pun yang berjalan selama 1 jam masih menyisakan sedikit bagian tulang. 

Bagian tubuh yang terbakar karena fenomena SHC ini biasanya bagian tengah, yakni perut hingga dada. Berbeda dengan korban kebakaran yang diakibatkan eksternal, bagian yang mengalami kerusakan biasanya kepala, tangan, dan kaki. 

(BACA JUGA:Popularitas Jamu di Budaya Suriname, Eksis Sejak Masa Kolonial Belanda)

Adapun penyebab dari SHC ini, disebutkan oleh ahli Biologi asal Inggris, Brian J. Ford (2012). Brian menyampaikan hipotesisnya yang mengatakan alkoholisme, diabetes, dan diet jenis tertentu menjadi faktor utama penyebab SHC. 

JI

`
Kategori : Kesehatan