Tiongkok Kembali Terapkan Lockdown Usai Virus COVID-19 Semakin Meningkat, Sektor Ekonomi Langsung Terpukul


pandemi COVID-19-unduhan-freepik

JURNALIS INDONESIA- Pemerintah Tiongkok kembali menerapkan Lockdown di beberapa kota untuk menurunkan Covid-19.

Lockdown telah diterapkan di beberapa kota termasuk kota Wuhan yang menjadi kota pertama yang teridentifikasi serangan virus COVID-19. 

Kini di Wuhan telah tercatat sebanyak 800.000 orang wajib tinggal di Rumah saja hingga tanggal 30 Oktober 2022.

(BACA JUGA:Adidas Resmi Cerai dengan Kanye West, Imbas Hate Speech Perihal Yahudi)

Presiden Tiongkok, Xi Jinping membatasi kelonggaran aktivitas para warga Tiongkok di beberapa kota supaya dapat menghentikan penyebaran virus COVID-19 hingga nol kasus.

Saat ini telah ditemukan lebih dari 1000 kasus COVID-19 dalam kurun waktu tiga hari secara berturut-turut.

Kota Wuhan bahkan telah melaporkan terdapat lebih dari 200 kasus dalam 2 minggu terakhir.

(BACA JUGA:Putus Kontrak dengan Kanye West, Adidas Rugi Besar Meski Jadi Kolaborasi Tersuksesnya)

Lockdown diterapkan dengan ketat di seluruh kota, sehingga membuat munculnya rekaman berisi Protes besar-besaran terhadap program 'Tindakan Nol COVID' yang diterapkan pemerintah.


Ilustrasi Vaksin Covid-19-torstensimon-torstensimon_Pixabay

Hal ini dikarenakan kebijakan lockdown yang membuat kondisi Ekonomi beberapa warga semakin menurun. 

Bahkan di kota Zhengzhou ''sejumlah kecil karyawan''dari Foxconn yang merupakan produsen utama Apple ikut terkena imbas dari kebijakan lockdown.

Perusahaan tersebut bahkan terhambat dalam memproduksi produk baru iPhone 14 karena karyawannya banyak yang harus karantina dan tinggal di rumah.

(BACA JUGA:Rain Dirumorkan Selingkuh dengan Pemain Golf, Ini Jawaban Agensi Kim Tae Hee)

Beberapa orang juga sulit memenuhi Kebutuhan Pokok sehari-harinya akibat kebijakan program 'Tindakan Nol COVID' yang mewajibkan setiap orang tinggal di rumah saja.

''Sudah 15 hari, kami kehabisan tepung, beras, telur. Dari beberapa hari yang lalu, kami kehabisan susu untuk anak-anak,''ucap salah seorang warga di Xianjiang Barat.

Tidak hanya itu, kabarnya mereka juga kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan, makanan, dan pembalut.

(BACA JUGA:Maher Zain Ucapkan Belasungkawa dan Turut Berikan Doa untuk Para Korban Tragedi Kanjuruhan)

''Saya kehabisan uang untuk membeli perbekalan. Istri saya hamil dan kami punya dua anak. Kami kehabisan bensin. Istri saya perlu cek kesehatan,''kata salah satu warga di kota Yining.

JI

`
Kategori : Internasional
Sumber : berbagai sumber