Veneno

Meski Masih Kontroversial, Dokter Zaidul Akbar Sebut Ganja Miliki Beragam Manfaat di Bidang Kesehatan

JURNALIS INDONESIA - Dilansir dari majalah Forbes Selasa (8/9/2020), beberapa negara telah melakukan pelegalan cannabis sativa atau yang biasa dikenal di Indonesia dengan nama ganja.

Laporan itu juga mencatat bahwa terjadi peningkatan penjualan ganja dari tahun ke tahun.

Secara umum, penggunaan ganja dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai keperluan terapi dan rekreasional.

Atas dasar inilah, beberapa negara di dunia melegalkan ganja. Beragam manfaat ganja ini juga tidak ditampik oleh Dokter Zaidul Akbar, pendakwah dan ahli obat-obatan

Di Indonesia, ganja termasuk ke dalam narkotika golongan satu dan sesuai pasal 112 UU Narkotika maka Anda bisa dijerat hukuman pasling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun jika Anda terbukti memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan 1.

Di beberapa negara, tanaman ini biasa dipakai untuk keperluan medis atau bahan obat-obatan.

Pendakwah dan ahli obat-obatan herbal, Dokter Zaidul Akbar menyatakan bahwa tanaman ini memiliki banyak manfaat.

(BACA JUGA:Jika Batu Ginjal Belum Akut, Dokter Zaidul Akbar Sarankan Konsumsi Beberapa Bahan Herbal Berikut )

Dilansir dari video yang diunggah oleh akun youtube Pro-You channel pada Kamis, (30/4/2020) penulis buku Jurus Sehat Rasulullah ini menyatakan permasalahan di Indonesia adalah terkait peraturan yang mengatur tentang ganja.

"Sejujurnya bagus tapi regulasinya tidak boleh, kalau dibilang dia ada manfaat pasti ada manfaat," ungkap dokter Zaidul.

Salah satu manfaat dari tanaman ini menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, ganja mampu mengatasi kejang.

"Cuma kita tidak boleh tanam mau gimana, tapi secara manfaat dia banyak manfaat,” ungkap dokter yang terkenal dengan resep JSR ini.

Maka, pria berusia 44 tahun menyarankan untuk tidak menggunakan ganja daripada bermasalah dengan hukum.

"Di beberapa negara tertentu itu dijual dan boleh dipakai, tapi jika regulasinya tidak boleh, dari pada kita pakai itu tapi dipenjara, mendingan tidak usah," pungkas dokter Zaidul.

JI

`
Kategori : Kesehatan