Veneno

Azab Bagi Para Pelaku Perselingkuhan, Ustadz Adi Hidayat Sebut Hal Ini Harus Dicermati Agar Dibukakan Pintu Taubat Oleh Allah

JURNALIS INDONESIA - Dalam ajaran islam, pernikahan merupakan hal yang sakral dan suci yang mempertemukan sepasang manusia yang saling mencintai hendak menyempurnakan ibadah karena Allah.

Saking sucinya pernikahan ini, maka hal ini juga menjadi perjanjian dengan Allah atau biasa disebut dengan lafadz Mitsaqan Ghalizon, yaitu perjanjian yang kuat agar pasangan ini menghormati perjanjian ini.

Allah berjanji bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan maka akan dilimpahi rezeki sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur'an.

Maka, perjanjian ini tidak boleh dinodai dengan perbuatan yang tercela, salah satunya adalah perselingkuhan.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) menyebut bagi pihak yang berselingkuh, maka konsekuensi buruk harus siap dihadapi.

Dilansir dari video yang diunggah oleh akun youtube Dakwah Elite pada (10/8/2020), ustadz berusia 37 tahun ini menyebut Allah tidak akan segan-segan mengazab pelaku perselingkuhan.

"Kalau kamu bisa selingkuh, sudah menikah kemudian selingkuh, risikonya adzabnya besar," kata UAH.

Lebih lanjut, Allah akan mengazab pelaku perselingkuhan dengan berbagai macam azan akibat dari mengkhianati pernjanjian dengan Allah.

"Bisa ada macam-macam, bisa berpengaruh pada kehidupan," terang UAH.

Allah akan menghukum hamba-Nya di dunia bagi siapa saja yang sebelumnya telah Allah peringatkan namun masih melakukan perbuatan tersebut.

Pelajaran ini tidak hanya berhenti di dunia saja, namun jika tidak bertaubat maka akan ditimpakan pula azab di akhirat.

Ustadz lulusan Islamic Call College ini kemudian mengutip surat As-Sajdah ayat ke-21 yang berbunyi:

وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya: "Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".

Ayat tersebut turun, menurut UAH sebagai pengingat agar para pelaku kezaliman sadar atas perbuatan buruknya.

UAH menjelaskan bahwa pada awalnya pelaku akan diingatkan terlebih dahulu agar kembali ke jalan yang lurus, lewat hukuman dan pelajaran.

Hal ini merupakan bentuk kecintaan Allah kepada hamba-Nya dengan ditangguhkan siska di akhirat agar supaya memiliki waktu untuk bertaubat.

"Dengan taubatnya ini maka siksa akbar di akhirat nanti tidak diberikan. Musibah merupakan bentuk ujian Allah kepada hamba-Nya agar mau menyadari kesalahannya dan segera bertaubat," pungkas UAH.

JI

`
Kategori : Oase