Latar Belakang Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB), Ini 2 Poin yang Diingkari Pihak Belanda


Mohammad Hatta menjadi salah satu delegasi dari Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar-Wikipedia-

JURNALIS INDONESIA - Konferensi Meja Bundar (KMB) atau De Ronde Tafel Conferentie (RTC) lebih dikenal sebagai hubungan diplomasi kedua negara antara Belanda melalui Bijeenkomst voor Federaal Overleg (BFO). dengan Indonesia. Peristiwa politik ini menjadi titik balik bagi sejarah Indonesia yang diselenggarakan di Deen Hag pada 23 Agustus hingga 2 November 1949. 

Pertemuan dan digelarnya Konferensi Meja Bundar dimaksudkan untuk menyudahi perang serta penyelesaian masalah diantara 2 negara Indonesia dan Belanda. Seperti yang telah kita ketahui, Belanda yang pada saat itu menduduki Indonesia hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Saat Jepang datang pada tahun 1942 di Indonesia, Belanda dipaksa mundur dan menyerah kepada kepemimpinan Dai Nippon. Tiga tahun setelahnya, pada 17 agustus 1945 Indonesia menyatakan merdeka ketika mengetahui Jepang kalah di kancah perang dunia II.

Lebih lanjut, Belanda memanfaatkan kekalahan Jepang dengan kembali memasuki Indonesia yang dibonceng oleh sekutu. Terjadi tragedi perang juang antara rakyat Indonesia dengan pasukan Belanda yang ingin merebut kembali Indonesia, sehingga dibentuklah KMB sebagai rangkai dari penyelesaian masalah dan mencapai kesepakatan ke dua belah pihak.

Berikut sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB) latar belakang, Hasil dan Dampaknya bagi Indonesia yang dapat kalian simak di bawah ini.

(BACA JUGA:7 Isi Perjanjian New York yang Menentukan Nasib Republik Indonesia)

LATAR BELAKANG

Perjanjian Konferensi Meja Bundar bukanlah satu-satunya kegiatan diplomasi antara Indonesia dan Belanda, Sebelumnya diketahui telah diselenggarakan lebih dulu yakni Perjanjian Linggarjati yang berlangsung mulai 11-13 November 1946, Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 dan Perjanjian Roem Royen pada 7 Mei 1949. 

Konferensi Meja Bundar dibentuk lantaran Belanda menjalankan agresi militer I dan II pada 21 Juli 1947 dan 18 Desember 1949 yang pada gilirannya mencederai perjanjian Linggarjati dan perjanjian Renville. Dimana Belanda diketahui menangkap dan mengasingkan pemimpin Republik Indonesia (RI) seperti Ir. Sukarno, Mohammad Hatta, Haji Agus Salim, dan beberapa menteri kabinet yang saat itu bertugas di ibu kota sementara, Yogyakarta.

Kecaman datang dari PBB kepada Belanda dan menuntut dikembalikannya seluruh pemimpin RI dan dipulihkannya kembali kekuasaan Pemerintah RI. Maksud dari diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar yakni segera menyudahi pertikaian dan mencapai titik kesepakatan. 

Pemerintah Indonesia saat itu ingin jalan dan cara penyerahan kedaulatan yang sungguh, penuh, dan tidak bersyarat kepada Negara Indonesia Serikat (NIS) sesuai dengan hasil kesepaktan perjanjian Renville. Para pihak yang turut serta dalam KMB mengupayakan agar KMB dapat dimulai pada 1 Agustus 1949. Mereka berharap konferensi diselesaikan dalam waktu dua bulan. Kemudian persetujuan yang dihasilkan KMB diusahakan selesai dalam waktu enam minggu.

Setelah itu, perundingan antara pihak RI dan BFO dilaksanakan, di mana pertemuan ini disebut sebagai Konferensi Inter-Indonesia, yang berlangsung pada 19-22 Juli 1949 di Yogyakarta dan 31 Juli-3 Agustus di Jakarta. BFO merupakan sebuah komite yang terdiri dari 15 pemimpin negara bagian dan daerah otonom di dalam Republik Indonesia Serikat (RIS).

Adapun tokoh-tokoh penting Indonesia yang berkontribusi dalam perundingan Konferensi Meja Bundar di ketuai oleh Mohammad Hatta dan dibantu oleh Mohammad Roem, Mr. Supomo, Dr. J. Leimena, Mr. Ali Sastroamidjojo, Ir. Djuanda, Sukiman, Mr. Sujono Hadinoto, Sumitro Djojohadikusumo, Mr. Abdul Karim Pringgodigdo, Kolonel T.B. Simatupang, dan Mr. Muwardi.

(BACA JUGA:Pernah Menjadi Tempat Kos Ir Soekarno! Berikut Sejarah dari Museum HOS Tjokroaminoto)

HASIL 

Setelah melalui perundingan yang alot melalui Konferensi Meja Bundar yang dimulai pada 23 Agustus sampai 2 November 1949 tercapailah titik kesepakatan KMB antara lain:

- Kerajaan Belanda menyerahkan kedaulatan secara utuh kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) pada akhir Desember 1949. 

- Rencana Pembentukan Uni Indonesia-Belanda. Dalam upaya penggabungan itu, Indonesia dan Belanda akan bekerja sama. Kedudukan Indonesia dan Belanda sejajar.

-  Indonesia akan mengembalikan semua milik Belanda dan membayar utang-utang Hindia Belanda sebelum tahun 1949.

-  Masalah Irian Barat akan dibahas setelah perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Namun hanya pokok pertama dan pokok ketiga saja yang dapat dipenuhi oleh Belanda kepada RIS. Hingga pokok permasalahan Irian barat baru dapat terselesaikan melalui mediasi United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) bentukan PBB pada 1963.

(BACA JUGA:Toko Buku Peneleh, Tempat Favorit Soekarno Semasa Remaja)

DAMPAK

Seusai menemukan titik kesepakatan melalui KMB presiden Ir. Soekarno Poetra dilantik sebagai presiden resmi RIS pada tahun 17 Desember 1949 dan Drs. Moh.Hatta dilantik sebagai perdana menteri kabinet RIS pada 20 Desember 1949. 

Berikut dampak yang ditumbulkan dari kesepkatan Konferensi Meja Bundar yang ditanda tangani pada 15 Desember 1949 yakni:

- Dampak kesepakatan KMB mendorong Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia sebagai negara yang merdeka.

-  Indonesia memugar kembali pembangunan untuk membenahi kondisi negara yang kacau akibat agresi militer.

- Penarikan sepenuhnya angkatan bersenjata Belanda dari wilayah Republik Indonesia Serikat.

- Dampak perjanjian KMB lainnya, seperti tertundanya penerapan sistem demokrasi yang menjadi cita – cita perjuangan digantikan dengan pembentukan RIS.

- Dampak Negatif dari perjanjian KMB, Belanda membebankan hutang kepada pemerintah RIS sebesar 4,3 Miliar sejak tahun 1942.

- Berlarutnya penyelesaian sengketa teritori Irian Barat setahun kemudian sebagai bagian dari RIS.

- Terbaginya kekuasaan Republik Indonesia Serikat kedalam berbagai wilayah antara lain Negara Indonesia Timur, Negara Jawa Timur, Negara Pasundan dan Jakarta, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan negara serikat lainnya.

(BACA JUGA:8 Contoh Surat Kuasa Beserta Hal Penting yang Perlu Diperhatikan, Khususnya bagi yang Awam tentang Hukum)

JI

`
Kategori : Gaya hidup
Sumber : berbagai sumber